Kamis, 25 Desember 2008

Tempat Wisata Alam di Ngawi

Wisata Alam :

1. 1. Waduk Pondok
Keindahan alam yang masih alami menjadikan daya tarik tersendiri sebagai obyek wisata alam . Dengan kemampuan menampung air sampai dengan 29.000.000 meter kubik menjadikan obyek ini seperti hamparan air yang mempesona, dengan latar belakang hutan dan kawasan perbukitan . Aneka macam ikan tawar seperti gurame, tombro , patin dan bandeng menjadikan hobby memancing lebih menantang di tempat ini, dengan menyewa perahu milik penduduk setempat , pendatang bisa diantar ke lokasi pemancingan yang strategis .

2.Taman Rekreasi dan Pemandian Tawun
Kolam renang yang sumber mata airnya ( sendang ) berdekatan dan adanya habitat kura – kura ( bulus ) menjajikan pesona yang indah untuk kolam renang Tawun . Hanya berjarak 7 Km ke arah Timur dari kota Ngawi , tempat ini bisa dijadikan alternatif wisata alam .

B. Wana Wisata

1.Monumen Suryo
Patung Gubernur Jawa Timur I yang menjadi korban keganasan PKI tahun 1948 menjadi ciri khas monumen ini . Terletak di jalur Ngawi – Solo Km 19 sangat memudahkan akses ke tempat tujuan wisata . Pasar burung , cindera mata dari bahan kayu , seni ukir dari gembol kayu jati , menjadi daya tarik tersendiri sebagai tempat tujuan wisata .

2.Perkebunan Teh dan Bumi Perkemahan Jamus
Terletak di lereng Gunung Lawu sebelah utara tepatnya di desa Girikerto , Kecamatan Sine sangat mudah dijangkau dari Kota Ngawi . Perkebunan yang hijau , taman peristirahatan , kolam renang bagi anak – anak dan bumi perkemahan sering digunakan pelajar , mahasiswa dan masyarakat umum untuk berbagai kegiatan .

3. Air Terjun Srambang
Ketinggian air terjun sampai 40 m menjadikan tempat ini layak dikunjungi sebagi tempat wisata alam di Ngawi . Kondisinya yang masih alami dan tersedia juag bumi perkemahan dan suasana alam yang natural sangat cocok sebagai wisata alam .

4. Bumi Perkemahan Selondo
Kegiatan Out Bond seperti rock climbing , halang rintang , bumi perkemahan bisa diadakan di kawasan ini. Hal ini didukung keindahan alam yang asri ada di kawasan ini , hawa sejuk , hutan yang rindang dan tebing – tebing yang terjal . Desa Ngrayudan Kecamatan Jogorogo berada di sebelah utara Lereng Gunung Lawu .

C. Wisata Sejarah , Legenda dan Spiritual

1. Museum Trinil
Bisa dikatakan bahwa wisata ke tempat ini adalah wisata Ilmu Pengetahuan , karena di museum inilah disimpan fosil manusia kera berjalan tegak yang ditemukan Eugene Dubois , yang dikenal dengan nama Phitecantropus Erectus . Ditemukan juga fosil Banteng dan Gajah purba yang sangat berguna bagi penelitian dan pendidikan khususnya dibidang sejarah purbakala . Fosil – fosil tersebut ditemukan di daerah yang dinamakan situs Sangiran , yang berada di pinggir Sungai Bengawan Solo .

2. Benteng Van Den Bosch
Benteng Van Den Bosch dibangun pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1839 – 1845 dengan nama Font Van Den Bosch . Terletak di Kelurahan Pelem , Kecamatan Ngawi wisata sejarah ini mudah dijangkau dengan alat transportasi karena letak dekat dengan pusat kota Ngawi .

3. Kediaman Krt. Radjiman Wedyaningrat
Tokoh pendiri dan pemrakarsa Badan Pergerakan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia / BPUPKI ini menghabiskan masa tuadi Dusun Paldaplang Desa Kauman Kecamatan Widodaren . Di tempat ini masih berdiri kokoh rumah peninggalan beliau . Perabot , alat-alat rumah tangga dan benda-benda pusaka masih tersimpan dan terawat dengan baik . Lokasi ini sering menjadi tempat upacara peringatan hari lahirnya Pancasila setiap tanggal 1 Juni , utamanya bagi kalangan pelajar dan mahasiswa .

4. Makam PH Kertonegoro dan Patih Ronggolono
Terletak di Sarean Dusun Blimbing Sine Kecamatan Sine makam PH Kertonegoro , dan di Desa Hargomulyo Kecamatan Ngrambe makam dari Patih Ronggolono . Kedua tokoh tersebut adalah Bupati dan Wakil Bupati Gendingan ( sebelum ada pembagian Jawa Timur dan Jawa Tengah ) . Pada hari jadi Kota Ngawi makam tersebut sering dikunjungi pejabat Kabupaten Ngawi , sehingga tempat ini menjadi lebih menarik sebagai tempat tujuan wisata sejarah .

5. Arca Banteng
Merupakan benda – benda purbakala peninggalan Kerajaan Majapahit , benda ini terletak di perkampungan penduduk di Dusun Reco Banteng Desa Wonorejo Kecamatan Kedunggalar . Sekitar 22 Km ke arah barat kota Ngawi , lokasinya mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua atau roda empat .

6. Candi Pendem
Termasuk wisata sejarah , karena keberadaan Candi tersebut adalah bukti sejarah bahwa dahulunya di tanah Jawa agama Hindu mempunyai pengaruh yang sangat kuat . Pertama kali situs ini ditemukan oleh Belanda pada tahun 1925 , dan sebagian besar benda – benda purbakala ini dibawa ke Tretes Malang . Akhirnya ini adalah sisa –sisa peninggalan yang belum terbawa Belanda .

7. Pesanggrahan Srigati
Wisat spiritual ditawarkan obyek ini , karena diyakini penduduk setempat obyek ini adalah pusat keraton lelembut ( mahluk halus ) . Terletak di Babadan Paron , pada bulan Suro khususnya Jum`at legi tempat ini banyak dikunjungi peziarah untuk melaksanakan tirakatan / semedi dan sekaligus menyaksikan Upacara Ganti Lanse / Kelambu . Tempat ini dipercayai sebagai petilasan Raja Brawijaya .

8.Petilasan kraton Wirotho
Konon, Wirotho merupakan kerajaan purwa di tanah Jawa, atau masyarakat meyebutnya dengan istilah Wirotho Ghoib . Tempat ini ditemukan oleh Wilmiyah Kusuma Pranala salah seorang kerabat dari Keraton Mangkunegaran Surakarta . Di desa Tanjungsari Kecamatan Jogorogo tanda petilasan ini dibangun . Yang didalam nya disimpan lingga yoni . Keluarga Ratu Wirotho , Prabu Maksopati ini antara lain , Seto , Utopo , Wiratsongko , Dewi Durgandini , Dewi Roro Manis, yang dipercaya pernah tinggal di petilasan ini .

9. Pertapaan Jaka Tarub
Di Desa Widodaren Kecamatan Gerih , konon pengembaraan Jaka Tarub meninggalkan misteri di tempat ini . Bangunan yang didirikan di petilasan dianggap sebagai simbol persinggahan Jaka Tarub , juga keberadaan sendang diyakini sebagai tempat mandi sembilan bidadari . Adapun kebenaran legenda Jaka Tarub sendiri masih sulit diungkapkan . Bukan mustahil pengembaraan Jaka Tarub ke beberapa tempat selalu meninggalkan cerita .

10. Gunung Liliran
Berjarak kurang lebih 47 Km dari Kota Ngawi , di desa Ketanggung Kecamatan Sine , obyek wisata ini bisa termasuk wisata alam dan sipiritual . Pertama latar belakang pegunungan mempunyai daya tarik panorama alam yang menakjubkan . Kedua fenomena sosial yang menjadi satu agenda rutin adalah pada tanggal 1 Muharram ( 1 Suro ) banyak dikunjungi oleh oarang – orang yang mempunyai maksud dan tujuan tertentu .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar